“Gerak Timbang Serentak” di Puskesmas Keputih – JURUSAN GIZI

Kalender

Desember 2019
M S S R K J S
« Mei    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

“Gerak Timbang Serentak” di Puskesmas Keputih

Masalah gizi pada hakekatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, tetapi penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Penyebab timbulnya masalah gizi adalah multifaktor, karena itu pendekatan penanggulangannya harus melibatkan berbagai sektor yang terkait. Sektor yang terkait tersebut adalah bidang kesehatan  dan di luar kesehatan.  Keberhasilan program gizi, sebesar 30% ditentukan oleh sektor kesehatan atau gizi yang disebut dengan intervensi spesifik dan sebesar 70% oleh sektor luar kesehatan yang disebut dengan intervensi sensitif.

Masalah gizi di Indonesia meliputi masalah kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Beban gizi ganda atau Double Burden of Malnutrition (DBM) adalah suatu keadaan ko-eksistensi antara kekurangan gizi dan kelebihan gizi makronutrien maupun mikronutrien di sepanjang kehidupan. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Asupan energi dan zat gizi yang tidak memadai, serta penyakit infeksi merupakan faktor yang sangat berperan terhadap masalah stunting. Tumbuh kembang anak perlu diperhatikan setelah dua tahun, kerena tumbuh kejar (catch up) masih akan berkembang lagi sampai usia pubertas. Tiga fase dalam tumbuh kembang, fase perlambatan tajam komponen bayi mempresentasikan pada pertumbuhan fetal, fase perlambatan perlahan komponen anak yang dimulai dari paruh kedua masa bayi dan berlanjut sampai maturitas, dan fase pubertas dimana pertumbuhan anak akan berlanjut. Pada tiap fase tersebut regulator hormon berbeda, sehingga intervensi gizi yang diberikan tentunya harus speseifik. Dapat disimpulkan perbaikan dalam tumbuh kembang anak setelah masa gagal tumbuh awal masih bisa diintervensi untuk mencegah gagal tumbuh, sehingga perlu penambahan program 1000 HPK plus untuk mencapai keberhasilan dari program yang telah dicanangkan.

Pemerintah Indonesia umumnya dan Pemerintah Kota Surabaya khususnya meluncurkan “Program Gerak Timbang Serentak” dan mendukung “Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan” yang dikenal sebagai 1.000 HPK. (Hari Pertama Kehidupan) Gerakan yang bertujuan mempercepat perbaikan gizi untuk memperbaiki kehidupan anak-anak Indonesia umumnya dan kota Surabaya khususnya di masa mendatang. Gerak timbang serentak adalah program yang digulirkan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Tujuan dari kegiatan gerak timbang serentak adalah untuk mendapatkan data terbaru : BB/U, TB/U, dan BB/TB yang nantinya akan digunakan sebagai perubahan data SKDN, kegiatan di atas dirangkaikan dengan bulan pemberian kapsul vitamin A dan imunisasi MR yang merupakan program besar dari Kementerian Kesehatan RI yang harus dilaksanakan.

Pada Program Gerak Timbang Serentak ini Puskesmas Keputih bekerja sama dengan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Surabaya. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2018 ini  mengikutsertakan mahasiswa Program Studi Diploma III Gizi Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya Tingkat I semester II dan Tingkat II semester IV sebagai tenaga pendamping. Dari program gerak timbang serentak diharapkan semua bayi dan balita yang ada di wilayah kerja puskesmas Keputih dapat ditimbang secara keseluruhan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *